Kepala Desa Wringintelu, perangkat desa, dan para istri mengenakan busana pengantin adat Jawa saat mengikuti Karnaval Budaya menyambut HUT Ke-81 RI, Rabu (29/07). (Foto: Pemdes Wringintelu)
JEMBER – Pemerintah Desa Wringintelu, Kecamatan Puger, Jember menggelar Karnaval Budaya untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, Rabu (29/7/2026). Kegiatan itu menjadi ajang melestarikan budaya sekaligus menggerakkan pelaku UMKM dan perekonomian masyarakat desa.
Karnaval diikuti 15 kontingen dari seluruh elemen masyarakat dengan menempuh jarak sekitar 5 km. Peserta berasal dari tingkat RT, RW, lembaga desa, kelompok masyarakat, hingga Pemerintah Desa Wringintelu.
Beragam penampilan budaya dan kreativitas masyarakat menghiasi sepanjang rute karnaval. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya penonton yang memadati jalur kegiatan yang dilewati peserta.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah kontingen kehormatan dari Pemerintah Desa Wringintelu. Kepala Desa bersama perangkat desa dan para istri kompak mengenakan busana pengantin adat Jawa sebagai simbol penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
Kepala Desa Wringintelu, M. Solihin mengatakan, busana pengantin Jawa dipilih bukan sekadar untuk memeriahkan karnaval. Busana tersebut memiliki filosofi tentang persatuan, keharmonisan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
"Busana pengantin Jawa mengajarkan bahwa membangun kehidupan membutuhkan kebersamaan, kesetiaan, dan tanggung jawab. Nilai itu juga menjadi semangat kami dalam membangun Desa Wringintelu. Melalui karnaval ini, kami ingin mengajak masyarakat terus mencintai budaya sendiri sebagai bagian dari jati diri bangsa," ujarnya.
Menurutnya, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman. Generasi muda diharapkan tidak melupakan budaya daerah yang menjadi identitas bangsa Indonesia.
Selain menjadi hiburan rakyat, karnaval juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan ramainya pengunjung dengan menjual aneka makanan, minuman, jajanan, hingga produk lokal.
"Kami berharap kegiatan seperti ini memberi manfaat yang luas. Bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan. Semakin banyak kegiatan desa, semakin besar pula perputaran ekonomi masyarakat," kata Solihin.
Pemerintah Desa Wringintelu berkomitmen menjadikan Karnaval Budaya sebagai agenda tahunan. Selain memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya, dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pemberdayaan UMKM.
-------------
Punya informasi, aspirasi, atau peristiwa di sekitar Anda? Kirimkan laporan, foto, atau video ke Redaksi Katapublik.com melalui WhatsApp atau email. Setiap informasi akan kami verifikasi sebelum dipublikasikan.
