Notification

×

Iklan

Iklan

BGN Tegas Larang Susu Kedelai dalam Menu MBG

| Rabu, September 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-24T05:23:11Z

Sidak SPPG Gumukmas 02 terkait larangan susu kedelai dalam menu MBG di Jember
BGN Larang Susu Kedelai dalam Menu MBG



 

JEMBER, Katapublik.com -- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan larangan penggunaan minuman sari kedelai dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan itu disampaikan Koordinator Pengawas SPPG Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo. Ia menyampaikannya saat sidak di SPPG Gumukmas 02, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Rabu (23/9).


Menurut Teguh, penggunaan produk susu dalam program MBG memiliki ketentuan khusus. Salah satu ketentuan itu terkait kandungan susu serta jenis produk yang diperbolehkan.


"Kami fokus di susu, ada batasan 20 persen. Susu apa pun, terutama kalau ada peternak lokal, itu yang harus diutamakan," tegas Teguh.


Teguh menyebut pengadaan bahan pangan untuk MBG diarahkan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Untuk produk susu, SPPG wajib memastikan produk memenuhi ketentuan legalitas dan standar yang berlaku.


Susu yang digunakan dalam menu MBG bukan susu berbagai varian rasa. Produk yang dianjurkan adalah susu putih, termasuk susu steril full cream plain atau tanpa rasa.


"Susunya susu putih yang steril full cream, tidak boleh ada rasa-rasa seperti coklat atau strawberry," jelasnya.


Teguh menegaskan sari kedelai tidak dapat disamakan dengan produk susu.


"Kita melarang penggunaan sari kedelai atau susu kedelai karena sudah ada aturannya. Jadi memang harus susu, karena penggunaan istilah susu kedelai itu bukan produk susu. Itu sari kedelai," katanya.


Karena itu, ia meminta seluruh SPPG di Kabupaten Jember tidak lagi menggunakan minuman sari kedelai dalam menu MBG.


"Untuk susu kedelai memang dilarang. Kita fokus susu kotak yang batasannya 20 persen itu yang diutamakan. SPPG di Jember semuanya jangan memakai kembali susu kedelai," tegasnya.


Teguh menambahkan, penggunaan produk susu diarahkan untuk mendukung pemanfaatan susu dalam negeri. Ia menyebut keberadaan peternak sapi perah lokal perlu mendapat perhatian dalam pemenuhan kebutuhan susu program MBG.


"Kalau ada peternak, tolong mendekat ke SPPG," ujarnya.


Penegasan tersebut disampaikan menyusul dugaan kasus keracunan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi menu MBG di wilayah Gumukmas. 


Dalam peristiwa itu, minuman sari kedelai menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian.


"Hal seperti ini musibah. Kami mohon maaf terhadap korban dan keluarga korban," ungkapnya.


Hingga berita ini disusun, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut belum dipastikan secara resmi.

---------

Punya informasi, aspirasi, atau peristiwa di sekitar Anda? Kirimkan laporan, foto, atau video ke Redaksi Katapublik.com melalui WhatsApp atau email. Setiap informasi akan kami verifikasi sebelum dipublikasikan.

×
Berita Terbaru Update