Notification

×

Iklan

Iklan

SIBAT Desa Kepanjen Jember Dinobatkan Paling Aktif di Indonesia

| Rabu, Agustus 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-05T10:01:39Z

 

SIBAT Desa Kepanjen Jember bersama delegasi JRCS saat kunjungan program SCR
Delegasi JRCS bersama PMI Kabupaten Jember saat mengunjungi SIBAT Desa Kepanjen, Rabu (5/8/2026).


JEMBER, Katapublik.com – SIBAT Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, dinobatkan sebagai SIBAT paling aktif di Indonesia.


Pengakuan tersebut disampaikan perwakilan Palang Merah Jepang atau Japan Red Cross Society (JRCS), Rio Fuji.


Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan lapangan dan presentasi program di Desa Kepanjen, Rabu (5/8/2026).

 

“SIBAT Desa Kepanjen ini merupakan SIBAT paling aktif di Indonesia,” puji Rio Fuji di hadapan pengurus PMI dan warga setempat.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda JRCS bersama PMI untuk melihat pelaksanaan program School and Community Resilience (SCR).


Rio Fuji hadir bersama tim JRCS, Sena Hasegawa dan Reo Nakamura, dalam kegiatan tersebut.


Mereka juga mengenalkan sistem kerelawanan Palang Merah yang diterapkan di Jepang.


Di Jepang, sistem kerelawanan terbagi dalam tingkat pusat, provinsi, hingga tingkat lokal.


Jepang memiliki 47 provinsi dengan 2.048 kelompok relawan di tingkat lokal.


Kelompok tersebut mendata sekitar 700 ribu personel relawan, yang mayoritas didominasi kelompok ibu-ibu.


Kunjungan delegasi JRCS mendapat sambutan dari Pemerintah Desa Kepanjen dan pengurus PMI.


Kepala Desa Kepanjen Sukamid menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.


“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih banyak atas kunjungannya ke Kepanjen, khususnya kepada SIBAT Kepanjen.


Program School and Community Resilience (SCR) hasil kerja sama JRCS dan PMI Kabupaten Jember ini telah berhasil menginternasionalkan Desa Kepanjen ke luar negeri,” ujar Sukamid.


Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah juga menyampaikan kebanggaannya terhadap aktivitas SIBAT Desa Kepanjen.


Ia menilai kesiapsiagaan masyarakat penting karena wilayah tersebut memiliki potensi bencana.


“Kami sangat bangga dengan SIBAT Kepanjen. Mengingat topografi dan dinamika wilayahnya, kepedulian serta kekompakan mereka sangat luar biasa.


SIBAT perlu terus memiliki keterampilan penanganan bencana, khususnya kesiapsiagaan terhadap ancaman seperti tsunami dan gempa bumi.


Kesiapsiagaan berbasis masyarakat seperti ini sangat diperlukan,” tegas Zainollah.


Agenda tersebut turut dihadiri perwakilan JRCS untuk Indonesia, Yana Maulana, Teuku Awaludin, dan Anwar Assyubali.


Perwakilan pengurus PMI Provinsi Jawa Timur, Julius Arianus Mbusu, juga hadir dalam kegiatan tersebut.


Melalui program SCR, SIBAT Desa Kepanjen terus didorong menjalankan fungsi pengurangan risiko bencana.


Kegiatan tersebut mencakup perekrutan relawan lokal dan penggalangan dana swadaya untuk kegiatan kemanusiaan.


SIBAT juga menjalankan promosi donor darah dan edukasi mitigasi bencana secara berkelanjutan.


Dalam kunjungan tersebut, tim JRCS bersama pengurus PMI Kabupaten Jember menyerahkan sejumlah sarana tanggap darurat.


Bantuan tersebut meliputi tenda, genset, chainsaw, helm, sepatu bot, HT, printer, dan laptop.


Peralatan dapur umum serta pengeras suara juga diserahkan untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana.


Editor : Sam

Sumber : PMI Jember

------------

Punya informasi, aspirasi, atau peristiwa di sekitar Anda? Kirimkan laporan, foto, atau video ke Redaksi Katapublik.com melalui WhatsApp atau email. Setiap informasi akan kami verifikasi sebelum dipublikasikan.


×
Berita Terbaru Update