Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi pemburu burung yang meninggal akibat tertembak senapan angin miliknya sendiri di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Jember, Selasa (21/7/2026). (Foto: Purba)
JEMBER, katapublik.com -- Seorang pemburu burung meninggal dunia setelah tertembak senapan angin miliknya sendiri di area tegal Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Korban diketahui bernama M. Yusuf Hariawan (35), warga Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Polisi menyatakan peristiwa tersebut diduga murni akibat kelalaian saat menggunakan senapan angin.
Kapolsek Wuluhan, Iptu Handoko Dhardak Saputro, S.H., M.H., membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Memang benar, sekitar pukul 06.00 WIB di tegal atau pekarangan Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, telah terjadi seorang laki-laki meninggal dunia tertembak senapan angin miliknya sendiri akibat kelalaian menggunakan senapan angin," ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban berangkat berburu bersama seorang rekannya sekitar pukul 05.00 WIB. Sebelum berburu, keduanya sempat memesan kopi di warung milik Cukup yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sekitar lima menit kemudian, korban berjalan menuju area tegal sambil membawa senapan angin. Sementara rekannya tetap berada di warung sambil membunyikan suara perkutut sebagai pemancing burung.
Korban sempat dua kali kembali ke warung untuk meminum kopi yang telah dipesannya. Setelah itu, korban kembali menuju lokasi perburuan seorang diri.
Sekitar pukul 06.00 WIB, korban kembali ke warung tanpa membawa senapan angin. Ia memegang bagian bawah rusuk kanan sambil meminta pertolongan.
Menurut keterangan saksi, korban sempat berkata, "Cak, aku kebedil dewe."
Rekan korban bersama pemilik warung segera memberikan pertolongan. Saat mengecek lokasi sekitar 12 meter dari warung, mereka menemukan senapan angin milik korban tergeletak di sebuah gang. Senapan tersebut kemudian diamankan.
Pemilik warung selanjutnya meminta warga menghubungi Polsek Wuluhan. Polisi bersama petugas medis dari Puskesmas Lojejer tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB.
Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan luar menemukan luka tembak di bawah rusuk kanan yang diduga menembus paru-paru. Petugas tidak menemukan luka lain maupun bekas benturan pada tubuh korban.
Kapolsek Wuluhan menjelaskan, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah akibat kelalaian penggunaan senapan angin. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi maupun proses hukum.
"Korban kembali ke warung dalam keadaan mengalami luka tembak di bawah tulang rusuk sebelah kanan yang tembus ke paru-paru. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia. Karena murni kelalaian korban, pihak keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi sehingga jenazah langsung dibawa pulang untuk dimakamkan," pungkas Iptu Handoko Dhardak Saputro.
------------
Punya informasi, aspirasi, atau peristiwa di sekitar Anda? Kirimkan laporan, foto, atau video ke Redaksi Katapublik.com melalui WhatsApp atau email. Setiap informasi akan kami verifikasi sebelum dipublikasikan.
