![]() |
| Satgas MBG Kecamatan Gumukmas saat memeriksa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gumukmas 02 |
GUMUKMAS, JEMBER,
Katapublik.com -– Sejumlah siswa di wilayah Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, Jember, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (22/9/2026).
Informasi tersebut beredar melalui media sosial setelah video yang memperlihatkan sejumlah siswa di lingkungan sekolah dan puskesmas tersebar. Kondisi para siswa dalam video kemudian dikaitkan dengan dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Namun, hingga kini belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa para siswa mengalami keracunan akibat makanan MBG. Penyebab keluhan kesehatan serta keterkaitannya dengan menu yang dikonsumsi masih dalam proses pemeriksaan dan penelusuran.
Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG Kecamatan Gumukmas mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gumukmas 02 di Dusun Jatiagung, Rabu (23/9/2026). Kunjungan dipimpin Camat Gumukmas Chairul Dwi Tjahjanto dan melibatkan Kapolsek Gumukmas AKP Edi Santoso bersama anggota, unsur Koramil 0824/20, tim pengawas SPPG dari Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, serta petugas BPOM Jember.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan yang dialami sejumlah siswa sekaligus memastikan proses penyediaan dan pendistribusian makanan MBG di SPPG Gumukmas 02 berjalan sesuai ketentuan.
Salah satu menu yang menjadi bagian dari penelusuran adalah minuman sari kedelai, yang disebut diduga berkaitan dengan keluhan kesehatan siswa. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Camat Gumukmas Chairul Dwi Tjahjanto mengatakan, pemerintah bersama instansi terkait perlu memastikan kondisi di lapangan dan memperoleh informasi secara langsung mengenai proses penyediaan makanan MBG.
“Kami datang untuk menindaklanjuti kejadian yang terjadi kemarin. Kami ingin memastikan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar persoalan ini dapat diketahui secara jelas,” jelasnya.
Menurut Chairul, pemeriksaan dan koordinasi dengan BGN serta BPOM penting untuk mengetahui kondisi makanan dan minuman yang didistribusikan kepada para siswa, sekaligus memastikan seluruh tahapan penyediaan MBG memenuhi standar keamanan dan kelayakan pangan.
Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab keluhan yang dialami siswa, termasuk apakah terdapat keterkaitan dengan makanan atau minuman dalam program MBG.
Hingga saat ini, penyebab pasti keluhan kesehatan siswa belum diumumkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta penelusuran dari instansi terkait.
------------
Punya informasi, aspirasi, atau peristiwa di sekitar Anda? Kirimkan laporan, foto, atau video ke Redaksi Katapublik.com melalui WhatsApp atau email. Setiap informasi akan kami verifikasi sebelum dipublikasikan.
