×

Iklan

Iklan

Kebakaran Hutan dan Lahan Gunung Watangan Jember, Api Melalap 6,5 Hektare

| Minggu, Agustus 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-09T07:37:22Z

 

Petugas dan masyarakat memadamkan karhutla di Gunung Watangan Jember
Tim gabungan bersama masyarakat melakukan pemadaman karhutla di Gunung Watangan, Jember.


JEMBER, katapublik.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Gunung Watangan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Sabtu (8/8/2026).


Kebakaran diketahui petugas sekitar pukul 19.00 WIB saat melakukan patroli rutin di kawasan tersebut.


Titik kebakaran berada di Petak 3G-1, wilayah RPH Puger, BKPH Wuluhan. Area tersebut memiliki luas baku 9,29 hektare dengan tanaman pohon jati.


Petugas kemudian menghubungi personel Perhutani, instansi terkait, serta tokoh masyarakat. Warga juga dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.


Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual. Peralatan tersebut meliputi gepyok, ranting, garuk, dan sabit.


Medan menuju titik kebakaran cukup sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung dengan kendala.


Tim gabungan terdiri atas Perhutani KRPH Puger, Perhutani BKPH Wuluhan, Polsek Wuluhan, dan Koramil Wuluhan.


BPBD Jember, Pemerintah Desa Lojejer, serta masyarakat juga turut membantu upaya pemadaman.


Kebakaran menghanguskan lahan yang dipenuhi ranting dan daun kering seluas kurang lebih 6,5 hektare.


Penyebab kebakaran diduga akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Namun, informasi tersebut belum disertai penetapan pihak yang bertanggung jawab.


Kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam proses penaksiran oleh pihak terkait. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


Setelah sekitar tiga jam penanganan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB.


Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Puger, Eko Tirto W., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu pemadaman.

 

“Terima kasih kepada seluruh personel BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam upaya pemadaman kebakaran di wilayah kami dan Sinergi di lapangan menjadi faktor penting sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan dan berhasil dipadam, meski kita sangat kesulitan menjangkau karena Medan yang cukup extrim ke titik lokasi kebakaran, Sekali lagi saya sangat-sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan memadamkan Karhutla diwilayah kami ini,” singkatnya.


Eko Tirto W. juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat musim kemarau.


Ia mengingatkan masyarakat tidak membakar saat membersihkan lahan. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah di area terbuka.


Pembakaran di area terbuka dinilai dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

----------

Punya informasi, aspirasi, atau peristiwa di sekitar Anda? Kirimkan laporan, foto, atau video ke Redaksi Katapublik.com melalui WhatsApp atau email. Setiap informasi akan kami verifikasi sebelum dipublikasikan.

×
Berita Terbaru Update