Perhutani bersama unsur pemerintah, TNI, Polri, LMDH, dan masyarakat melakukan pemetaan sebelum melakukan patroli di kawasan hutan Desa Lojejer.
JEMBER, katapublik.com – Perhutani BKPH Wuluhan bersama unsur pemerintah dan masyarakat melakukan patroli gabungan di kawasan hutan produksi wilayah Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember, Senin (10/8/2026).
Patroli tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi pada Sabtu malam (8/8/2026).
Kebakaran terjadi di petak 3G-1 dengan luas baku 9,29 hektare. Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 6,5 hektare.
Kawasan tersebut merupakan hutan produksi dengan tanaman jenis jati. Menurut Perhutani, bagian yang terbakar berupa seresah dan ranting pohon di kawasan hutan.
Patroli melibatkan Perhutani BKPH Wuluhan, RPH Puger, RPH Grintingan, dan RPH Glundengan. Kegiatan juga melibatkan Pemerintah Desa Lojejer, Koramil Wuluhan, Polsek Wuluhan, LMDH Lojejer, serta masyarakat.
Petugas menggunakan kendaraan trail untuk menjangkau sejumlah petak hutan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Selama patroli, petugas memantau kondisi kawasan dan memeriksa sejumlah titik rawan kebakaran. Mereka juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan atau aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Asper KBKPH Wuluhan KPH Jember, Nanda Putra R., mengatakan patroli gabungan menjadi langkah preventif melalui kolaborasi lintas sektoral.
“Pada siang ini kita melaksanakan kegiatan Mitigasi dan Patroli Gabungan bersama Jajaran Pemerintah Desa Lojejer, kemudian ada Koramil Wuluhan, Polsek Wuluhan, LMDH dan masyarakat Lojejer,” ujarnya.
Nanda mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas kebakaran yang terjadi pada Sabtu (8/8/2026).
“Patroli ini merupakan tindak lanjut kami dari kebakaran yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2026 kemarin, posisinya berada di Petak 3G-1 dengan luas baku 9, 29, dengan total lahan yang terbakar sekitar 6, 5 Hektar yang berada dihutan produksi jenis Jati, namun yang terbakar hanya seresah dan ranting pohon yang ada di hutan,” imbuh Nanda.
Menurut Nanda, patroli rutin akan dilakukan setiap dua hari sebagai langkah pencegahan.
“Untuk mencegah hal-hal tersebut terulang kembali, kami bersama jajaran BKPH Wuluhan dari RPH Puger, RPH Grintingan dan RPH Glundengan bersama-sama dengan rekan-rekan dari Pemerintah Desa Lojejer, kemudian dari Koramil, Polsek Wuluhan mengadakan Patroli rutin setiap dua hari sekali sebagai langkah untuk mencegah dan agar kebakaran hutan ini tidak terulang kembali,” harapnya.
Kepala Desa Lojejer Moh. Sholeh, S.H., M.Si., turut mengikuti patroli gabungan tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap sinergi Perhutani, TNI, Polri, pemerintah desa, LMDH, dan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan.
“Saya selaku Kepala Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, yang pertama saya menyampaikan terima kasih kepada BKPH Wuluhan beserta seluruh jajarannya juga kepada Polsek Wuluhan dan Koramil Wuluhan dari LMDH Desa Lojejer beserta jajaran pengurusnya semua, inilah yang dinamakan Sinergitas dan kolaborasi diantara Pemerintah Desa dengan pihak Perum Perhutani, ini memang suatu kewajiban kita agar supaya menjaga hutan kita tetap lestari terutama masalah kebakaran hutan ini adalah Atensi bagi kita semua dan ini adalah tanggung jawab kita bersama gimana menjaga hutan ini tidak terbakar dengan cara-cara Mitigasi dan Patroli Gabungan bersama-sama dengan kita untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat dipinggiran hutan agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum khususnya membakar hutan yang ada di hutan Watangan ini,” tegasnya.
Moh. Sholeh juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar Gunung Watang dan sering beraktivitas di kawasan hutan untuk ikut menjaga kelestarian hutan.
“Saya menghimbau kepada seluruh warga masyarakat yang ada di Desa Lojejer, yang sering ke hutan Gunung Watangan ini agar bisa menjaga hutan tetap lestari terutama menjaga jangan sampai ada kebakaran hutan lagi sehingga tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan di kemudian hari kepada yang bersangkutan,” harapnya.
Patroli gabungan tersebut diharapkan dapat menjaga kondisi kawasan hutan tetap aman dan kondusif.
Perhutani, pemerintah desa, TNI, Polri, LMDH, dan masyarakat juga diharapkan terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran.
----------
Punya informasi, aspirasi, atau peristiwa di sekitar Anda? Kirimkan laporan, foto, atau video ke Redaksi Katapublik.com melalui WhatsApp atau email. Setiap informasi akan kami verifikasi sebelum dipublikasikan.
