Notification

×

Iklan

Iklan

PMI Jember dan Palang Merah Jepang Pasang 39 Jalur Evakuasi Tsunami di Pesisir Selatan

| Senin, Juli 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-27T09:07:50Z

 

PMI Kabupaten Jember, JRCS, dan anggota SIBAT memasang papan jalur evakuasi tsunami di tiga desa pesisir selatan Jember, Senin (27/7).


JEMBER – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama Japan Red Cross Society (JRCS) memasang 39 papan jalur evakuasi tsunami di wilayah pesisir selatan Jember, Senin (27/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana tsunami.


Pemasangan dilakukan melalui Program Strengthening Community Resilience (SCR). Lokasinya meliputi Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan di Kecamatan Puger, serta Desa Kepanjen di Kecamatan Gumukmas.


Sebanyak 39 papan petunjuk dipasang dari kawasan pantai menuju titik kumpul atau assembly point. Jalur tersebut mengarahkan warga menuju lokasi yang lebih aman saat terjadi keadaan darurat.


Pemasangan melibatkan anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dari tiga desa. Mereka terdiri atas SIBAT Puger Kulon, SIBAT Puger Wetan, dan SIBAT Kepanjen.


Kegiatan turut ditinjau jajaran PMI Kabupaten Jember dan PMI Provinsi Jawa Timur. Hadir Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah, Sekretaris PMI Kabupaten Jember Ghufron Eviyan Efendi, Kabid Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember Narto, serta Koordinator Lapangan SCR PMI Jawa Timur Julius A. Mbusu atau Pak Yus.


Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S.Pd., mengatakan pemasangan papan evakuasi merupakan langkah nyata membangun kesiapsiagaan masyarakat pesisir.

 

"Pemasangan papan jalur evakuasi ini adalah bentuk aksi nyata dalam membangun kesiapsiagaan warga pesisir. Kami berharap sarana ini dapat memandu masyarakat bertindak cepat dan selamat saat situasi darurat terjadi," ujar Zainollah.


Koordinator Lapangan SCR PMI Jawa Timur, Julius A. Mbusu, menegaskan program SCR berfokus pada pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Menurutnya, keterlibatan aktif anggota SIBAT menjadi kunci keberhasilan mitigasi di daerah rawan bencana.

 

"Program SCR difokuskan pada pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Keterlibatan aktif rekan-rekan SIBAT di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan mitigasi di wilayah rawan," ungkap Pak Yus.


Ketua SIBAT Kepanjen, H. Muklas, menyatakan warga siap menjaga fasilitas mitigasi tersebut. Ia menilai sinergi PMI, JRCS, dan SIBAT memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

 

"Kami siap merawat dan menjaga fasilitas mitigasi ini bersama-sama. Sinergi antara PMI, JRCS, dan SIBAT sangat dirasakan manfaatnya oleh warga di sini," ujar H. Muklas.


PMI Kabupaten Jember berharap pemasangan 39 papan jalur evakuasi meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir selatan. Upaya tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.


Editor : SamHeri

Sumber : Humas PMI Jember

-----------

Anda? Kirimkan laporan, foto, atau video ke Redaksi Katapublik.com melalui WhatsApp atau email. Setiap informasi akan kami verifikasi sebelum dipublikasikan.


×
Berita Terbaru Update