Notification

×

Iklan

Iklan

Santunan 28 Anak Yatim Warnai Peringatan 10 Muharram di Balung Kulon

| Kamis, Juni 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-26T07:23:45Z


Puluhan anak yatim Desa Balung Kulon usai mendapatkan santunan, Kamis (25/06/2026). (Foto: Buarto) 


Jember, katapublik.com – Warga Jalan Ampel, Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, menggelar pengajian umum dan santunan bagi 28 anak yatim pada peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah, Kamis malam. Kegiatan berlangsung di depan Mushola Sunan Ampel dan dihadiri ratusan warga yang memadati lokasi acara.


Momentum Tahun Baru Islam itu dimanfaatkan warga untuk memperkuat kepedulian sosial dan mempererat silaturahmi. Pengajian umum yang berlangsung khidmat menjadi rangkaian utama sebelum penyerahan santunan kepada anak-anak yatim.


Ketua panitia, Samuji, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan masyarakat Jalan Ampel. Warga bergotong royong menyiapkan acara agar peringatan 10 Muharram memberi manfaat bagi sesama.


Menurutnya, santunan anak yatim menjadi bentuk kepedulian nyata masyarakat terhadap mereka yang membutuhkan perhatian. Selain itu, pengajian umum diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga.


"Kami berharap kegiatan ini terus terlaksana setiap tahun dengan dukungan masyarakat dan para donatur. Semoga semakin banyak anak yatim yang merasakan manfaatnya," ujar Samuji.


Kepala Desa Balung Kulon, Langgeng Supriyanto, mengapresiasi kekompakan warga dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai pengajian dan santunan mampu mempererat persatuan masyarakat.


Menurut Langgeng, kegiatan sosial keagamaan seperti ini juga memperkuat semangat gotong royong. Nilai kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi modal penting membangun lingkungan yang harmonis.


Ratusan warga mengikuti pengajian dengan tertib hingga acara selesai. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memaknai 10 Muharram sebagai momentum berbagi.


Peringatan 10 Muharram di Balung Kulon tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Acara ini juga mengingatkan pentingnya berbagi rezeki, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kepedulian terhadap anak yatim. Warga berharap tradisi tersebut terus terjaga sebagai budaya positif yang membawa manfaat bagi masyarakat luas. (bun) 


×
Berita Terbaru Update